Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

PENGALAMAN BERHARGA

Blog EntryFeb 8, '11 1:16 PM
for everyone
Saat pertama kali aku mendengar nama Lojiwood, seketika itu pula yang tergambar dalam pikiranku adalah sebuah tempat di tengah hutan dengan nuansa kayu. Entah mengapa,  pikiranku pun berkembang menjelma menjadi sebuah cerita saat ku kecil dulu yaitu cerita 7 kurcaci dengan pakaian berwarna warni yang berada disebuah rumah  ditengah hutan yang sedang  mencari sang putri yang tersesat

Konon pada zaman dahulu nama "Loji" itu mempunyai arti "Benteng". Kini ditepi pantai Loji tampak sederetan Benteng-benteng dengan nuansa kayu beraneka warna yang disebut Lojiwood Cottages,   berdiri megah dipantai Loji yang tentunya menambah semarak suasana dan membuat siapapun yang ada disana terkesima oleh keadaan sekitarnya.

Segala rasa penat yang awal nya terasa, seketika itu pun hilang disaat aku memandang keadaan sekitar Lojiwood Cottages ini. 

Bayangkan, kita dapat menikmati suasana yang masih alami… suasana perbukitan yang membuat kita  seakan  berada di tengah hutan, namun kita masih dapat juga menikmati pemandangan laut yang luas dengan deru ombak yang menderu-deru saat kita berada di depan Cottages, bahkan deru ombaknya pun terdengar disaat malam hari menemani kita tidur dengan iringan musik suara jangkrik yang bersahut-sahutan.

  Bahkan menjelang matahari terbenam pun kita masih disuguhkan dengan suatu pemandangan yang luar biasa indah yaitu menikmati indahnya saat matahari  akan tenggelam di kejauhan , membuat suasana disekitar pantai terasa begitu indah dengan nuansa kuning keemasan . Kesempatan itu tidak ingin kulalui dengan sia-sia. Segera saat matahari akan masuk dalam peraduan malam, aku mengambil kamera  dan segera berlari menuju pantai  dan kubidikkan kamera bak photographer handal  untuk mengabadikan momen yang sangat indah ini.

Untung sekali saat kami tiba di Lojiwood Cottages ini, cuaca pun bersahabat menyambut kedatangan kami disini.


Oh ya, awal ceritanya, aku bersama rombongan dari Travelwan dengan total 6 orang pada tanggal 25 Januari 2011 lalu , 

bersama-sama menuju Lojiwood Cottages yang terletak di pantai Loji, desa Kertajaya, kec. Simpenan, Palabuhanratu, Sukabumi.

Menjelang siang kami berangkat dari Jakarta, sehingga kami pun mampir sejenak di restaurant “Lembur Kuring” Sukabumi untuk mengisi perut yang mulai keroncongan dan tentunya tak lupa kamipun berfoto ria sejenak bersama  dibelakang restoran yang menyuguhkan pemandangan hamparan sawah yang mulai menguning. Setelah puas berfoto ria serta menikmati hidangan yang disediakan dengan alunan musik degung Sunda, kami pun melanjutkan perjalanan yang sudah tidak begitu jauh lagi letaknya dari restoran Lembur Kuring ini.

Untuk menuju Lojiwood Cottages kami harus melewati jalanan yang berkelok-kelok dan ahirnya melewati suatu daerah persawahan yang luas yang begitu indah terletak  di pinggir pantai. Benar-benar suasana pedesaan yang sangat nyaman  yang tidak mungkin  kami dapatkan di ibukota Jakarta.

Meskipun jalan masuk menuju Lojiwood Cottages ini tidak begitu besar, namun suasana sekitarnya begitu berkesan. Tidak jemu-jemunya aku memandang dan memandang sekeliling dengan hamparan sawah yang menguning.

Setelah melewati area persawahan yang begitu luas ini, kamipun  harus  melewati satu desa ke desa lainnya, yang dihubungkan  melalui jembatan yang hanya sanggup dilewati oleh 1 kendaraan saja

Ahirnya kami pun tiba di sebuah wihara yang langsung terlihat dari kejauhan dengan warna merahnya. Wihara ini dibangun dengan gaya aristektur Thailand, dimana  pengunjung disambut dengan hiasan 2 ekor Naga yang terjuntai dari atas kebawah di pintu tangga menuju keatas bangunan. Untuk masuk kedalam wihara yang sering dikunjungi pada saat-saat tertentu, para pengunjung harus menaiki sekitar 400 anak tangga. Segala rasa penat saat menaiki ratusan anak tangga tersebut, akan terbayar dengan keindahan pantai yang dapat disaksikan langsung dari atas wihara. Namun sayang pada kesempatan kali ini, aku belum kesampaian untuk berkunjung ke wihara tersebut dan menyaksikan indahnya panorama pantai dari atas wihara. Satu saat nanti mungkin aku akan kembali dan menaiki ratusan anak tangga untuk tiba diatas sana.

Setelah melewati wihara, kira-kira berjarak sekitar 1 km, tibalah rombongan kami di Lojiwood Cottages. Apalagi kalau bukan kata  “ wooooow indah bangeeeet ” yang terlontar dari mulut kami saat kami tiba di Lojiwood Cottages.

 

Apa yang dapat kita lakukan saat kita tiba di Lojiwood Cottages ini.

  • Pertama tentunya kita dapat menikmati fasilitas yang tersedia disini, yaitu kolam renang. Kita pun juga dapat menikmati segala kegiatan di pantai yang terletak di depan Cottages, seperti berenang, bermain ombak, mencari batu-batu yang tersebar di pantai, bermain bola dengan anak-anak pantai, berfoto ria atau menyalurkan hobby memotret.
  • Keesokan harinya kita pun dapat melakukan trekking melihat keindahan alam yang lain yaitu melihat indahnya air terjun di Curug Golodok dimana untuk menuju kesana kita akan menempuh perjalanan sekitar 45 menit melewati hamparan sawah serta melewati jalan mendaki dan menurun untuk menuju kesana.
  • Tidak jauh dari Cottages, kitapun dapat berkunjung ke desa adat Sunda dan dilanjutkan dengan kunjungan ke wihara.

Untuk kunjungan ketempat yg agak jauh dari Cottage, kita dapat berkunjung ke beberapa tempat wisata yang berada di Sukabumi diantaranya kunjungan ke Pantai Karang Hawu, dan juga menyantap  makan malam sambil menikmati sunset di kantor Tourism Information Centre Palabuhanratu, Sukabumi.

Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 00.00, dan mata sudah mengantuk, saya akhiri berbagi pengalaman berwisata ke Lojiwood Cottages ini sampai disini dahulu

Jakarta, 8 Februari 2011.
 franny  

Blog EntryFeb 8, '11 10:01 AM
for everyone

Berpuluh tahun lalu sang cinta  hadir dalam kehidupan cintanya. Saat itu keduanya selalu bersama  .... bersenda gurau... ceria bersama mengisi hari-hari nan indah. Tak akan pernah terlupakan saat merenda hari bersama dikala  menuntut ilmu,  berdua , mengerjakan segala aktifitas rutin dikala itu. Bangku sekolah menjadi tempat kebersamaan, menyatukan hati dan perasaan yang kini menjadi kenangan indah tersendiri.


Berpuluh tahun yang lalu ....  sang cinta  khusus mengunjungi cintanya   disebuah rumah sakit, saat cintanya terbaring dipembaringan rumah sakit. Wajah  menahan sakit tersimpan didepan sang cinta  ... cintanya tersenyum dengan kehadirannya dan terlupakan segala rasa sakit yang mendera.. Dikala sang cinta hanyut dalam kesedihan menatap cintanya yang terbaring dipembaringan, seketika itu pula cintanya menyematkan  sebentuk cincin   dijari manis sang cinta.

Bahagianya rasa dihati bercampur duka dikala sang cinta  memandang cincin yang terselip  di jari manisnya  ... entah apa yang berkecamuk dalam hati keduanya saat itu... hanya saling memandang tanpa kata dengan segudang arti yang tercerna di hati keduanya. 







Berpuluh tahun yang lalu ... ahirnya sang cinta pun hilang ditelan masa secara tiba-tiba. . Angin membawanya pergi jauh ..... tanpa kabar dan berita, tanpa pamit dan restu... Cintanya terpuruk sendiri dalam kedukaan tanpa daya.. Hilang segala asa... entah kemana kan mencari sang cinta di jagat raya . Cintanya bertanya pada rembulan namun tak  pernah mendapat jawaban yang pasti . Perlahan  cintanya menjelma menjadi kupu-kupu yang  terbang tinggi dari satu kuntum bunga ke kuntum bunga yang lain tuk mencari sang cinta berada. Namun sang cinta pun tak pernah menjelma dalam taman bunga yang indah itu.

Waktu berlalu dari masa ke masa. Perjalanan Sang Cinta dan Cintanya pun menempuh alur cerita  masing-masing. Tanpa pernah menduga dan menyangka, sang Cinta pun secara tiba-tiba hadir kembali di pelupuk mata. Perubahan zaman telah merubah segalanya ... namun satu yang tak pernah berubah bagi sang cinta dan cintanya yaitu sebuah cinta yang selalu melekat dalam hati masing-masing  yang tak kan pernah hilang di telan masa , meski antara sang cinta dan cintanya kini telah berbuah  kasih dan sayang yang selalu menemani sang cinta dan cintanya sampai kapanpun juga. 





Terima kasih telah berbagi cerita kepadaku,  Pichusa 

GBU....
Jakarta,  February 8, 2011, franny

Blog EntryJun 24, '08 12:03 PM
for everyone

Evav nama lain Maluku Tenggara

Mei 27, 2008 by evav4ever

Evav nama lain Maluku Tenggara

Sejarah Kabupaten Maluku Tenggara
Wilayah Maluku Tenggara pada zaman penjajahan Belanda tercakup dalam Jenis / Bentuk Organisasi yang diberi nama “Recht Streek Bestuurde Gebieden “ bersama- sama dengan Maluku Tenggara dan Kota Ambon dan dikenal dengan “ Residentie De Zuit Molukken “.

Elat, (serta Tepa dan Touwawan) dikenal dengan “ Bestuur Ressort “ Tual dan Dodo, (serta Saumlaki dan Wonreli) dikepalai oleh “ Hooft Van Plaasselyk “ atau Kepala Pemerintahan Setempat (KPS).

Kota Tual pada tahun 1984 adalah Ibukota “ Onder Afdeling Kei Eenlanden “ yang dikepalai oleh seseorang Asisten Residen.

Sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia barulah Daerah Maluku Tenggara merupakan bagian dari Maluku Selatan.

Tokoh-tokoh Maluku Tenggara yang menduduki dewan Maluku Selatan adalah : A. Koedoeboen, S.Pooroe, Hi.A.Gani Renuat, B. Setitit. Mereka berpendapat bahwa letak Geografis Maluku Tenggara Jauh dari Ambon sebagai Ibukota daerah Maluku Selatan serta kurangnya sarana dan prasarana perhubungan ke Maluku Tenggara.

Pada tahun 1950 – 1951 sidang Dewan Maluku Selatan dilaksanakan di Ambon. Tahun 1951, Gubernur Maluku MR.J. Latuharhary dengan menumpang Kapal Kasimbar mengunjungi Maluku Tenggara. Pada kesempatan kunjungan itu Gubernur mengundang tokoh-tokoh Maluku Tenggara untuk mengadakan pertemuan diatas Kapal Kasimbar dan menjelaskan bahwa tuntutan tokoh-tokoh Maluku Tenggara telah dipenuhi, maka Daerah Maluku Selatan dibagi 2( Dua ) bagian yaitu

Daerah Tingkat II Maluku Tengah
Daerah Tingkat II Maluku Tenggara

Untuk menentukan Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara, diadakan pertemuan dimana terjadi perdebatan seru antara tokoh-tokoh yang berasal dari Kei, Aru dan Kisar dengan tokoh-tokoh dari Larat, Saumlaki dan Tepa yang menghendaki Saumlaki sebagai Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara. Perbedaan pendapat tentang Ibukota Maluku Tenggara tersebut akhirnya didapatlah persetujuan bersama Tual menjadi Ibukota.

Pada tahun 1957 Maluku Tenggara menjadi Daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tenggara tetap dengan Ibukota Tual. Tahun 1974 Kota Tual tetap menjadi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dengan membawahi 8 (delapan) Kecamatan Masing-masing :

Kecamatan P.P Terselatan
Kecamatan Letti Moa Lakor
Kecamatan P.P.Babar
Kecamatan Tanimbar Selatan
Kecamatan Tanimbar Utara
Kecamatan Kei Kecil
Kecamatan Kei Besar
Kecamatan P.P Aru

Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2000 sudah dimekarkan menjadi dua Kabupaten masing-masing Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kabupaten maluku Tenggara membawahi 3 (tiga) Kecamatan Masing – masing :
Kecamatan Kei Kecil
Kecamatan Kei Besar
Kecamatan P.P Aru

Sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara Barat membawahi 5 Kecamatan lainnya.

Kabupaten Maluku Tenggara padaa tahun 2003 kembali dimekarkan menjadi dua Kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Geografis

A. LETAK DAN BATAS WILAYAH

Kabupaten Maluku Tenggara menurut Astronomi terletak antara : 5° sampai 6° Lintang Selatan dan 131° sampai 133,5° Bujur Timur.

Adapun letaknya menurut Geografis dibatasi antara lain oleh :

Sebelah Selatan : Laut Arafura

Sebelah Utara : Irian Jaya Bagian Selatan

Sebelah Timur : Kepulauan Aru

Sebelah Barat : Laut Banda dan bagian Utara Kepulauan Tanimbar

B. LUAS WILAYAH

Luas Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara + 4.049 Km2 tetapi Luas Lautannya + 7,6 kali Luas Daratan.

Kabupaten Maluku Tenggara hanya terdiri atas 1 Gugusan Kepulauan yaitu : Gugusan Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil dengan Luas seluruhnya 2.468 Km2 dan Pulau Kei Besar dengan Luas 581 Km2.

C. TOPOGRAFI

Secara Topografi Pulau Kei Kecil dan Pulau Dullah lebih datar, dengan ketinggian + 100 M diatas permukaan laut. Beberapa Bukit rendah di Tengah dan Utara mencapai 115 M. Pulau Kei Besar berbukit dan bergunung yang membujur sepanjang pulau dengan ketinggian rata-rata 500 – 800 M dengan Gunung Dab sebagai puncak tertinggi, dataran rendah merupakan jalur sempit sepanjang pantai.

D. GEOLOGI

Menurut peta Geologi Indonesia [1965], Pulau / Kepulauan di Maluku Tenggara terbentuk / tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 3 jenis Tanah dan 5 jenis Batuan.

DISTRIBUSI JENIS TANAH/BATUAN PADA KEPULAUAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Podzolik Aluvium Undak

Rensina Terumbul Coral

Lithosol Seklis Habluk

Paleogen

Ulagan Paleozoikum

Sumber : Pola Dasar Kabupaten Maluku Tenggara

E. IKLIM

Iklim dipengaruhi oleh Laut Banda, Laut Arafura dan Samudera Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di Bagian Timur dan Benua Australia di Bagian Selatan, sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan.

a. Musim

Keadaan musim teratur, musim Timur berlangsung dari bulan April sampai Oktober. Musim ini adalah musim Kemarau. Musim Barat berlangsung dari bulan Oktober sampai Pebruari. Musim hujan pada bulan Desember sampai Pebruari dan yang paling deras terjadi pada bulan Desember dan Pebruari.

Musim Pancaroba berlangsung dalam bulan Maret / April dan Oktober / Nopember.

Bulan April sampai Oktober, bertiup angin Timur Tenggara. Angin kencang bertiup pada bulan Januari dan Pebruari diikuti dengan hujan deras dan laut bergelora.

Bulan April sampai September bertiup angin Timur Tenggara dan Selatan sebanyak 91% dengan angin Tenggara dominan 61%.

Bulan Oktober sampai Maret bertiup angin Barat Laut sebanyak 50% dengan angin Barat Laut dominan 28%.

b. Curah Hujan

Curah hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun terdapat di Pulau Kei Kecil. Sedangkan di Pulau Kei Besar diatas 3.000 mm per tahun. Tahun 2004 di Kepulauan Kei Kecil adalah 2.352 mm per tahun rata-rata 195,9 mm per bulan dengan jumlah hari hujan sebanyak 176 hari atau rata-rata 14,7 hari hujan per bulan.

c. Suhu, Kelembaban, Penyinaran Matahari dan Tekanan Udara.

Suhu rata-rata untuk tahun 2004 sesuai data dari Stasiun Meteorologi Dumatubun Langgur adalah 27,1°C dengan suhu minimum 23,6°C dan maksimum 31,8°C

Kelembaban rata-rata 85,7%, penyinaran matahari rata-rata 57,1% dan tekanan udara rata-rata 1010,8 milibar.

d. Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi Agroklimate menurut OLDEMAN, IRSAL dan MULADI [1981], di Maluku Tenggara terdapat Zone Agroklimat, Zone C2 bulan basah 5 – 6 bulan dan kering 4 – 5 bulan.

F. HIDROLOGI

a. Sungai

Sungai yang berair sepanjang tahun tercatat sebanyak 7 buah antara lain :

- Pulau Kei Kecil sebanyak 3 buah

- Pulau Kei Besar sebanyak 4 buah

b. Danau

Danau-danau di Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 4 buah, danau yang terbesar terdapat pada 2 pulau yaitu Fanil dan Ngadi di Pulau Dullah, Ablel dan Wearlaai di Pulau Kei Kecil.

Banyak Gempa Bumi yang tercatat serta Frekwensi Gempa dari Stasiun Geofisika Tual.

Letak Geografis Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara

Kabupaten Maluku Tenggara terletak diantara :

5° – 6° Lintang Selatan 131° – 133,5° Bujur Timur

- Sebelah Selatan Berbatasan dengan : Laut Arafura

- Sebelah Utara Berbatasan dengan : Irian Jaya Bagian Selatan

- Sebelah Timur Berbatasan dengan : Kepulauan Aru

- Sebelah Barat Berbatasan dengan : Laut Banda dan Bagian Utara Kepulauan Tanimbar
Sumber : Pola Dasar Kabupaten Maluku Tenggara


http://evav4ever.wordpress.com


Blog EntryJun 10, '08 4:52 AM
for everyone
Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.


Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

 

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.


 

 

 

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.

Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

 

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.


Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.

Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.


Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

 

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.

 

Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.


Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.

 

Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.

 

Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat
ketulusan hatimu .


Blog EntryApr 27, '08 9:29 AM
for everyone
Tgl 22 dan 23 april 2008 yang lalu, aku, tya, dody dan ryan... mengikuti acara yang diadakan panorama tour berkunjung ke Kebun Wisata Pasirmukti yang terletak di desa Citeureup, bogor, kurang lebih sekitar 45 menit dari Jakarta (kalau tidak macet lhoo )

Begitu memasuki area Kebun Wisata Pasirmukti ini, kita dapat langsung menikmati kesegaran udara serta dapat melihat hamparan panorama sawah diantara kebun buah. Kami disambut dengan hidangan minuman Lemon Cui yang segerrr.... hasil dari kebun sendiri.
Luas tanah yang sudah berfungsi sekitar 15 hektar., dimana fasilitas yang terdapat disini diantaranya :

8 Cottages dengan design rumah2 Minahasa yang diberi nama :
Pondok Duku 2 kamar, 5 orang dengan mini bar Rp 850.000,-/hari
Pondok durian 2 kamar, 5 orang dgn mini bar Rp 1.000.000,-/hari
Pondok delima 2 kamar, 5 orang, mini bar Rp 1.000.000,-/hari
Pondok Jamblang, Studio 6 orang, pantry, mini bar  Rp 1.000.000,-/hari
Pondok Jambu, 2 kamar, 8 orang, mini bar Rp 1.200.000,-/hari
Pondok Jeruk, 2 kamar, 8 orang, mini bar Rp 1.200.000,-/hari
Pondok rambutan, 3 kamar, 10 orang, ekstra dapur dan aula Rp 1.500.000,-/hari
Pondok Manggis 3 kamar, 10 orang, ekstra dapur dan aula rp 1.800.000,-/hari
Menara Klabat Rp 1.500.000,-/hari

Selain Pondok2 penginapan diatas terdapat juga :

RESTO BAKUDAPA
Kebun Wisata Pasirmukti meskipun terletak di desa Citeureup, namun resto nya menghidangkan menu khas Minahasa dan makanan nasional lainnya. Waktu kami tiba disana, saat makan siang, sudah terhidang masakan Manado yang hmmmm sungguh lezat dan menggugah selera. Ikan Woku, Ayam bakar rica, Kangkung masak dengan daun pepaya, Perkedel Milu (jagung), wah tidak terasa makan hingga 2 piring.
Setelah makan masih dihidangkan Es Kacang Merah... wooow.....
Saat sarapan pagi.... hidangan Tinotuan pun...(bubur Manado) masih mengepul-ngepul sudah ada di atas meja... langsunggg sikaaat deh.

TAMAN ANGGREK
terdapat banyak aneka tanaman hias yang sungguh memikat mata.  Semua bisa dibeli, dan tips serta demo perawatan juga akan diberikan kepada pengunjung.

KOLAM PANCING - KEBUN TABULAMPOT (Tanaman Buah Dalam Pot), disini tersedia berbagai jenis tanaman buah favorit seperti misalnya Jambu, Belimbing, Jeruk dan lain sebagainya. Apabila kita menikmati Juice di Restoran ini, akan terasa Juice yang dihidangkan begitu kental dan segar, karena produksi dari kebun sendiri.

Saat siang hari, kami berputar melihat keseluruhan area Kebun Wisata Pasirmukti ini, dimana ahirnya kami berhenti untuk mengikuti acara PADI BERNYANYI. Acara ini gelar disuatu tanah lapang yang luas di tepi sawah, dimana kita dapat melihat pertunjukkan bagaimana cara menanam padi, membajak sawah, serta serunya anak-anak bermain lumpur di kolam lumpur sambil diiringi musik Kulintang yang membawakan lagu Menanam Padi.. Suatu atraksi yang sangat bagus yang dibawakan langsung oleh ibu dan bapak Tani serta keluarganya.

Malam hari, sambil menikmati makan malam, yang lagi-lagi dengan hidangan menu masakan manado yang hmmmmm enak banget deh.... dan dihibur dengan atraksi-atraksi yang menarik, dengan acara Games Kuiz berhadiah.

Sayang sekali waktu yang terlalu singkat, hanya semalam, karena keesokan paginya kami sudah harus check out untuk langsung pulang menuju kantor.




 

IKUTI PEMILIHAN PUTRI PARIWISATA  INDONESIA 2008

SIAPA TAHU ANDA YANG MENJADI PEMENANGNYA

UNTUK MEWAKILI INDONESIA DI AJANG DUNIA INTERNASIONAL

 www.misstourismindonesia.com

Miss Tourism Berwawasan Budaya
Minggu, 13/04/2008

PEMILIHAN Miss Tourism Indonesia (MTI) atau putri pariwisata dipastikan akan digelar pada Juni–Juli 2008 ini. Pemilihan MTI pada tingkat nasional tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Direktur Yayasan El John Indonesia Johnnie Sugiarto selaku penyelenggara mengakui pentingnya pemilihan putri pariwisata Indonesia. Berbeda dari pemilihan putri Indonesia (Miss Indonesia) atau duta pariwisata, pemilihan putri pariwisata akan lebih menekankan pengetahuan dan wawasan budaya para peserta.

”Putri Pariwisata Indonesia akan menekankan bobot 40% penguasaan pengetahuan di bidang kebudayaan,” kata Johnnie di Hotel Omni Batavia,Jakarta,Jumat (11/04). Para peserta yang ikut berkompetisi harus menguasai pengetahuan budaya di tempat asal mereka masingmasing.

Penekanan pada pengetahuan budaya bertolak dari situasi saat ini. Di satu sisi, Indonesia kaya akan khazanah budayanya. Namun di sisi lain, belum semua orang memberi apresiasi atas karya budayanya. Padahal, nilai budaya yang merupakan warisan leluhur itu sangat berpotensi sebagai aset bangsa.

”Kita akan mendorong agar aset budaya ini menjadi andalan pariwisata,”katanya. Saat ini tidak kurang dari 100 putri Indonesia siap ikut berkompetisi yang akan diselenggarakan di Hotel Omni Batavia Juni mendatang.Bisa dibayangkan,ratusan peserta yang ikut akan membawa serta khazanah budayanya masing-masing.Dengan cara ini,putri-putri Indonesia akan peduli pada nilai-nilai budaya bangsa. (donny apriliananda)

Sumber ; SINDO

 
 
 












Blog EntryMar 20, '08 12:25 AM
for everyone

Ingin mencoba makan seafood di Malaysia... yuukk... malam ini kami mencoba untuk menikmati Steamboat... yang dijual dengan menggunakan mobil, dan semua jenis makanan yang terbuat dari Seafood tersedia disini.

Kali ini yang kami kunjungi di sekitar Subang Jaya tidak jauh dari Sunway Lagoon - Malaysia. Disini tidak tersedia nasi... kita dapat mencoba semua makanan yang dihidangkan.

Harganya juga tidak terlalu mahal. Ada udang, kerang, bakso daging, bakso ikan, cumi, kepiting, tahu jepun, tahu biasa, sayur kangkung yang rasanya manis (enak deh), daging ayam, telur puyuh, ikan, dan masih banyak lagi... tinggal pilih sesuai selera, makan dulu... kumpulkan tusuk sate nya... lalu pada saat bayar, semua tusuk sate dikumpulkan dan dihitung berdasarkan warna yang ada pada ujung tusuk sate tersebut.

 Untuk membedakan tarif nya dibedakan dari setiap tusuk yang diberi warna....

Tusuk yang tidak diberi warna seharga RM 1.30 jika dihitung rupiah sekitar Rp 3.770,-

Tusuk yang berwarna merah seharga RM 0.90  -- Rp 2.610,-. Tusuk yang berwarna pink seharga RM 1.80  -- Rp 5.220,-

Yang lainnya lihat di foto aja deh.

Semua makanan langsung di rebus di dalam kaldu yang sudah di beri bumbu.

Hmmm enak juga sih.....

Lokasi : Subang Jaya SS 13, Selangor, Malaysia


Blog EntryMar 18, '08 10:04 PM
for everyone

Senin, 17 Maret 2008... jalan-jalan ke Sunway Pyramide, mall yang cukup terkenal di Kualalumpur yang terletak  disatu area dengan Sunway Lagoon. (selain itu dekat dengan rumah sihhhhh ). Oh ya.. Sunway Lagoon ini... tempat rekreasi (seperti Dunia Fantasi, Ancol )  dulunya disini adalah bekas tempat galian timah,,, lalu dibuat jadi tempat rekreasi,, bagus juga idenya sih. Namun jika dibandingkan dengan Ancol, dunia fantasi.... wah lebih bagus Dunia Fantasi Ancol kita deh... (ini sih menurut penilaian aku pribadi lho... bahwa di Indonesia itu banyak tempat wisata yang cukup bagus dan menarik untuk dikunjungi,,, namun kalah gaungnya dengan Malaysia yaaa )

Sunway Pyramide ini sebuah Mall yang  baru direnovasi dan sekarang  bertambah besaaaarrr... dan didalam mall ini ada tempat Ice Skate seperti di Mall Taman Anggrek. (lagi-lagi penilaian ku.... wah masih lebih bagus yang di Mall Taman Anggrek Jakarta deh ) 

Buat aku sekarang  yang penting disini lagi ada sale sale... sale..... khususnya sepatu... di toko Sui Sui..... Wah.... ada yang discount 70%, discount 50%... discount 20% dan modelnya juga bagus-bagus lho.... Yang discount 70 % itu harganya bisa jadi 12 RM,,, coba deh dihitung ke rupiah yang 1 RM nya Rp 2.900,-- jadi harga sepatu itu jadi Rp 34.800,-- (wahh muraaaah kan ). Kami semua di toko ini wah sibuk pilah pilih sepatu.... coba ini itu ahirnya kami masing-masing beli 2 sepatu. seharga RM 39 (disc 50% ) ...kalau di rupiah jadi Rp 113.100,- karena sepatu yang satu dibeliin oleh mbak Leli, kk iparku   (hmmmm thanks ya mbak...) sering-sering aja beli in .... hehehehehe....


 Setelah dilihat-lihat... lho kok... harga sepatu yang di jual disini sama aja dengan yang di Sungei Wang deh...

Sebagai contoh  waktu di Sungei Wang putar-putar nyari sepatu merek Vanz...  di Sunway Pyramide ini harga jualnya sama tuh dengan yang di Sungei Wang... sama2 seharga RM62.90 ( Rp 182.410,- ) katanya kalau di Jakarta harga sepatu itu 400 ribuan... betul ga sih...? Mahal banget yaaa.... di Jakarta.... ah ga taulah... aku cuma di suruh beli aja... ya ku beli deh.... kalau memang harganya lebih murah di Malay.... bagus dong... ga percuma muter2 nyari sepatu itu kan ? (kalau yang di foto ini, lagi discount juga tuh di Sui Sui, Sunway Pyramide.... sepatu melulu yaa )

Setelah capek putar sana sini,,, belanja ini itu... kita mampir di cafe yang terdapat di pelataran luar Sunway Pyramide... ( banyak cafe-cafe di pelataran luar Sunway Pyramide ini.... tinggal pilih deh mau makan atau minum apa ) Di Uncle Lim ini .... hmmm apalagi kalau bukan mencoba Laksa Uncle Lim seharga RM 4 (Rp 11.600,- ) yang terkenal di Malaysia ... tapi.... rasanya kok tidak sesuai dengan lidah... terlalu asem, beda deh.... lebih enakan Laksa yang di cibinong  (hehehe teuteub.... Indonesia yang paling enak deh.  Apa karena tidak cocok dengan selera kali yaaaaa, maklummm ) Laksa disini  berbeda-beda... ada Laksa Johor yang dicampur petis....  Laksa Melayu, bening.... Laksa Penang ada campuran bermacam-macam ikan, dsb dsb... nanti di cobain sendiri aja deh....

Setelah kenyang... yah... kami  putar-putar lagi, eh... ga taunya barang belanjaan kita semakin bertambah bertambah dan bertambah... udah gitu... apalagi nih ...  kalau bukan berfoto-foto ria... ( hehehe jadi ketawa sendiri kalau inget...). Soalnya setiap ada kesempatan, pasti foto-foto mulu.... hahahaha.... lihat aja foto disamping nih... tidak mau hilang kesempatan berfoto ria dengan bunga....

Capek banget deh.... tapi hati senang senang saja.... karena hari hujan... kita rehat lagi di Starbuck.... dan alamakkkkk belanjaan setelah dikumpulin banyaaak banget tuh.... Ingat.... Ingat..... Air Asia hanya 15 kg lhooo.... jadi jangan kebanyakan belanja ini itu ..... Atur dulu kopernya.... nanti kalau ga bisa dibawa kan percuma saja......(maklum perempuan.. senengnya belanjaaaa aja )

Nah... begitu masuk dalam mobil... bener aja kan....  belanjaan nya banyak banget tuh... Sudah dibilang Air Asia hanya  15 kg... gimana bawanya yaa... sedangkan kita belum pergi ketempat yang lain....   yahh lihat saja nanti lah...

Lokasi : Sunway Pyramide - Malaysia



Blog EntryMar 17, '08 9:11 AM
for everyone

Minggu, 16 Maret 2008, semua pada bangun siang... kita ngobrol dengan mbak leli (kk iparku )  sampai pagi... maklum karena baru sampai di Malaysia jam 02.00 pagi, jadi begitu bertemu... apalagi kalau bukan saling bercerita dulu.

Jam 14.00 kita berangkat diantar sampai  di Kelana Jaya, ( Tempat perhentian LRT ) lalu kita sambung perjalanan dengan naik LRT menuju KLCC. http://www.malaxi.com/Map_transit.htm  (LRT adalah  Monorail di Malaysia )

Sebelum naik LRT, kita semua beli kartu perdana DiGi seharga 8 RM (Rp 23.200,- )  dan beli pulsa sekalian 10RM (Rp 29.000,- ) , lagi nyoba nih,,, katanya dipakainya lebih murah... (nyoba dulu deh) biar lebih murah untuk saling nelpon di Malaysia dan juga untuk berkomunikasi ke Indonesia.... karena pakai Matrix hmmm mahal bener deh...

Gara-gara sibuk dengan berfoto ria di Kelana Jaya... eh kita ketinggalan kereta  bukannya ketinggalan sih sebenarnya.... cuma aku aja yang salah kasih informasi... aku bilang pada yang lain... LRT nya bukan yang itu... nanti sebentar lagi juga datang... eh ga taunya LRT nya balik lagi jalannya dari tempat dia datang... hehehehe salah deh....  padahal Kelana Jaya itu adalah tempat perhentian terakhir... dan semua nya pasti harus balik lagi kearah semula datang.... (sori lupa ...)

Kita turun di KLCC. (KLCC ini tempatnya Twin Tower yang terkenal di Malaysia ).   Dari Kelana Jaya sampai KLCC tiket nya seharga RM 2.4 ( Rp 6.960,- )   per orang. Dari KLCC kita cari taksi ke Sungei Wang.  Sebenarnya tempatnya sih dekat, naik bus juga bisa... cuma ga tau mau naik yang mana ? Dan lagi pula pergi sama mama, kasian juga kalau harus turun naik kejar2 bus. Jadi yaaa kita cari taxi aja deh. Mahal juga tuh 10 RM sekitar Rp 29.000,- , padahal dekat.. tapi yah sudahlah daripada ga tau mau naik apaan. Driver nya bawel nih.....

Putar-putar di Sungei Wang, melelahkan sekali. tapi hati senang sih... Apalagi nyari sepatu pesanan Devina merk Vans....(oh ya Devina ini anak ku )   Sungei Wang ini kalau di Jakarta, ya... Mangga Dua nya lah... Tidak lupa  kita masuk juga ke toko VINCCI, lagi sale... sale.... dan sale (Murah-murah nih dari harga sepatu RM 11, yah sekitar Rp 31.900,- hingga  yang mahal yang lebih dari RM 100) Tinggal pilih aja mau yang harga normal, dengan design terbaru, atau mau yang lagi discount, dengan model2 yang sudah lama. Sesuaikan dengan kantong dan keinginan hati deh. Pokoknya asyik aja disini,,,lihat-lihat dan coba-coba sepatu...

Lagi asyik milih-milih sepatu, tiba-tiba perutku mulas.... wah gawat nih... ga bisa ditahan lagi... ahirnya terpaksa lah aku nyari TANDAS (toilet) dulu... bayarnya 0.60 RM yah sekitar Rp 1.740,- Tandas nya bersih lho...

Di  Sungei Wang, sampai jam 21.00 ga terasa deh kalau udah disana. Banyak yang diliatnya (hehehe maklum perempuan). Aku harus cari pesanan Devina dulu yaitu sepatu merek Vans... karena harus aku beli pertama kali, supaya anak ku tidak kecewa kalau tidak dapat .... setelah lama putar sana putar sini eh  ahirnya dapat juga. Kalau titipannya sudah dapat, lega rasanya... daripada nanti pulang Jakarta, dia cemberut aja kan ga enak gitu.... Dev.... mudah-mudahan kamu senang deh karena pesanan nya sudah di beli...

Setelah capek putar-putar di Sungei Wang, kita mampir di salah satu restoran yang banyak terdapat di Bintang Walk (kalau di Singapore Bintang Walk ini sama dengan Orchard Road ) daerah ini ramai sekali hingga larut malam, jadi kalau ke Kualalumpur jangan lupa mampir disini yaaa nikmati malam di Bintang Walk. Disini kami  isi perut dulu karena dah laper. Kali ini kita pesen Nasi campur isi daging ayam  seharga RM 6.7 ( Rp 19.430,-)  ... Setelah kenyang, ahirnya kita cari taksi pulang ke rumah. Kali ini supir taksinya juga cerewet sekali ,,, sepanjang perjalanan ngobrol nanya ini dan nanya itu. Dari Bukit Bintang sampai Subang Jaya  di charge 30 RM (Rp 87.000,- ). Lebih enak (pribadi ku lho ) kalau pilih taksi, cari yang driver nya orang Melayu, karena kalau driver nya orang India dan China... hmmmm cerewet dan harganya mahaaaal sekali. Apalagi jika tahu kita ini pendatang di Malaysia....

Sampai rumah,, capek sekali.... dan kaki peegeeel banget rasanya.... ya semua ahirnya pada berebutan deh untuk pakai kursi pijat nya mbak Leli.....

ASIA CAFE

Jam setengah 12 malam, keluar lagi untuk cari makan. Kali ini pilihan jatuh di Asia Cafe tidak jauh dari rumah (Subang Jaya). Tempat makan disini mirip seperti pecenongan,,,, segala macam makanan tersedia disini.

Aku pesen dim sum aja... ada yang pesan ikan pari bakar, kerang bakar, pizza, bakso A Fung (hehehe di Kelapa gading banyak tuh ), sambil menikmati malam... Tempat nya enak juga... tersedia juga big screen untuk nonton TV... Coba deh... menikmati malam sambil makan-makan di ASIA CAFE...

 

 


Blog EntryMar 15, '08 3:12 PM
for everyone

 Hari ini Sabtu tgl 15 Maret 08, aku dengan kakak, adik dan mama berangkat ke Kualalumpur  melalui Batam. Rencana semula kita naik Air Asia yang jam 08.50, namun Jumat malam dapat kabar dari Air Asia kalau pesawat nya di undur hingga jam 11.50 siang.   Weleehh rencana semula jadi berantakan deh. Namun yach apa boleh buat deh....

Serunya naik Air Asia ya itu.... saat di umumkan akan naik pesawat,, semua penumpang langsung berdiri berbaris di depan pintu... hehehe lucu juga ya... berebutan kayak naik bis aja... siapa cepat dia dapat tempat duduk duluan (jangan2 pilotnya juga ngantri rebutan schedule kali yaaa  )

Sampai di Batam sekitar jam 13.00 siang, udah dijemput dengan mas Dani, dari EL JOHN Executive Lounge, Batam. Lalu mampir sebentar di lounge untuk ambil foto-foto   buat keperluan kantor. Thanks ya Dani dah dibantuin urus-urus barang...   juga udah pesenin taxi untuk kita pergi ke Batam Centre. 

Sebelum ke pelabuhan kita mampir sebentar di Batam Centre ke Monceng.... pertama kali aku sempet bingung juga... driver nya bilang kalau mau tukar uang dan beli tiket ferri di Monceng... weleeehhh Monceng itu apaa ya,  soalnya kita nyari-nyari toko yang namanya monceng ga ada tuh... eh ga taunya monceng itu singkatan dari Money Changer... alamakkk  Dari Bandara Hang Nadim ke Batam Centre (pelabuhan) naik taksi seharga Rp 70.000,-

Enak juga ya... nyebrang dari Batam, ada 2 pilihan nih... langsung Singapore atau langsung ke Johor Baru.... keduanya menarik sih... dan kapalnya juga bagus tuh.   Kalau memang mau langsung ke Malaysia, mendingan naik feri yang langsung johor baru aja, bayarnya Rp 235.000,- dengan perjalanan sekitar 1 jam 40 menit kita dah sampai di Johor Baru, ga repot2 di imigrasi deh. Jangan lupa tetep bayar fiskal, lewat Batam ya cukup bayar Rp 500.000,-  Kalau mau mampir dulu di Singapore, tiap jam ke Singapore ferri sudah menunggu... jadi... pilih aja sesuai keinginan...

Tiap jam ada kapal yang berangkat, ga usah kuatir ketinggalan, jika kita ketinggalan yah pergunakan waktu untuk menunggu dengan jalan-jalan keliling di Mega Mall Batam Centre... siapa tau dapat sesuatu disana dengan harga yang murah dibandingkan Jakarta.

Dari pelabuhan ada jembatan yang menghubungi ke Batam Centre tsb... jadi enak juga deh...

Naik bus ke KL enaknya sih langsung dari Johor Baru aja daripada dari Singapore, alasannya lebih murah ni yeeee.....    Bandingkan deh,,, kalau harga sama namun kurs nya beda... yeee ga mau lah yauwww....

Dari Johor Baru, kita dapat bus seharga RM25  ( Rp 72.500,- per orang ) dan turun di Pudu Raya, dengan perjalanan selama 5  jam. Dari Johor Baru bus berangkat jam 20.30 dan tiba di Pudu Raya 01.30 yahhh 5 jam deh perjalanannya. Karena dah malam di bus tiduuur aja  .. tau2 dah sampai di Pudu Raya. Waktu kita sampai di Terminal Johor Baru Larkin, turun dari taksi... gerimis... dan begitu turun sudah di datangi oleh 2 orang laki2 yang menanyakan kita hendak kemana (spt nya sih calo deh ). Nah setelah mereka tahu kita mau ke Kualalumpur, langsung mereka antar kita ke bus yang sudah mau berangkat ke Kualalumpur. Untungnya tempat duduk yang tersedia hanya tinggal 4 seat. Jadilah kami naik bus tersebut dan bayar karcis seharga RM 25, diatas bus. Kami dapat tempat duduk yang terpisah. Mama di depan, adik ku dibelakangnya, aku dan kakakku mendapat tempat duduk paling belakang. Ketika bus sudah jalan, kok tempat duduknya jadi panas yaaa.... wah ternyata dibelakang tempat duduk ku itu, tempatnya mesin mobil... alamaaak aku jadi kepanasan deh serasa dalam oven.... (kesel banget)... Untung setelah 1,5 jam perjalanan, ada satu orang penumpang yang turun, yaaah tentu saja aku segera pindah ke tempat duduk yang kosong itu. Tidak kubayangkan jika harus sampai di Kualalumpur dengan suasana mesin mobil yang panas..... begitu turun dari bus... udah jadi kue coklat panggang deh.... matang.... hahahaha (pengalaman pertama nih ... )

Dari Pudu Raya kita ambil taxi ke Subang Jaya, seharga RM25 (Rp 72.500,- )  ber 4... murah juga sih.... (denger2 kalau di KL naik taksi malam hari, charge nya beda deh, lebih mahal)  karena jalanan udah sepi..... sebentar aja  sampailah kita dirumah, di Wangsa Baiduri

Biasanya ke KL langsung dari JKT kali ini mencoba lewat Batam,  ternyata enak juga lho.... yahh inilah perjalanan pertama ke KL melalui Batam, bersama mama, kk dan adik.... Kalau dari segi biaya jika mau ke Malaysia... lebih enak sih langsung aja dari Jakarta, meski bayar fiskal 1 juta, tapi ga capek. Kalau soal murah sih relatif deh. Lewat Batam, kita bayar fiskal memang Rp 500.000,- tapi kalau naik ferry langsung Johor bayarnya Rp 235.000,-/orang ditambah bus Johor langsung KL Rp 72.500,-

Taxi dari Hang Nadim ke pelabuhan Rp 70.000,-  Taksi dari Pelabuhan Johor ke Terminal bus Johor Baru seharga Rp 43.500,- total nya sudah Rp 921.000,- Nah bedanya kan hanya sedikit kan ? Kalau memang ga mau capek, lebih enak sih langsung aja dari Jakarta to Kualalumpur naik pesawat 1 jam 50 menit sudah sampai di Kualalumpur.

Udah gitu, untuk tiket pesawat nya kalau kita beli dari JKT - KL - JKT (return) biasanya dapat juga kok yang murah... (Air Asia, KLM, Emirate, Lion dsb) tapi kalau beli hanya untuk pulang saja dari KL... wah biasanya harga tiketnya lebih mahal dan kita harus beli langsung dari Kualalumpur, kecuali naik Air Asia bisa belin on-line tiket.

Kebetulan aku pulang nanti hari Sabtu tgl. 22 Maret 08 ini, dapat tiket Air Asia KL -JKT seharga RM 205.99 ( Rp 597.371,-) per orang, dan waktu pergi lewat Batam, dapat tiket Air Asia seharga Rp 293.900,- JKT - Batam/orang.  Ada tapi nya nih... kalau kita naik Air Asia... bagasi hanya 15 kg. Jadi ingat... kalau mau pulang nanti.. jangan bawa/belanja barang banyak2.

Kalau lewat Singapore, mendingan nginap dulu di Singapore... setelah itu baru ke Kualalumpur lewat Johor Baru aja naiknya karena harganya dihitung dengan Ringgit, kan lebih murah. Jika perginya ramai-ramai (max. 4 orang) ambil taksi aja dari Singapore, seharga 40 SIN (sekitar 276.000,- ), sudah sampai terminal Bus Johor Baru. Naik Bus bisa aja, murah memang, namun saat nanti  di Imigrasi, kita harus ganti bus lagi menuju terminal bus Larkin

Kalau ramai-ramai memang seru juga sih lewat Batam.... kalau sendiri... enakan langsung deh to Kualalumpur ga usah lewat Batam. Jadi yahhh... pilih aja deh mau lewat mana...

Berhubung dah ngantuk dan capek ,,, jadi nulisnya segini aja dulu


Blog EntryMar 8, '08 8:42 PM
for everyone

WISMA INDOVISION - JAKARTA
Tepat pukul 08.00 WIB hari Sabtu pagi tanggal 23 Februari 2008, Aku, Tia, Rofi dan Ferry, berangkat dengan tujuan Banten untuk meliput objek Wisata yang ada di kota Banten juga termasuk desa Baduy Luar.

Meskipun udara pada pagi hari itu mendung, namun mobil dari Panorama yang mengantar kami ke tempat tujuan beranjak pelan meninggalkan Wisma Indovision di jln. panjang, Jak-Bar dengan tujuan pertama yaitu Serang, dimana kami akan menginap di hotel Le Dian yang sudah di pesan oleh Panorama.

LE DIAN HOTEL - SERANG 

Pukul 09.00 WIB, kami sudah keluar di Pintu Tol Serang Timur, dan hanya dalam beberapa saat kemudian, kami tiba di HOTEL LE DIAN. Wah kami tidak menyangka bahwa di kota Serang ada hotel bintang 4 yang bagus dengan fasilitas yang ditawarkan pun sangat lengkap.

Diantara nya yaitu : Swimming Pool, Spa dengan beberapa kamar untuk melakukan perawatan dan juga whirpool yang terpisah antara wanita dan pria, Fitness, Reflexi di pinggir kolam renang, Restoran (di loby dan di area kolam renang), karaoke maupun Live Music dan bagi yang gemar olah raga tennis jangan lupa deh bawa raket tennisnya, karena fasilitas tennis pun juga tersedia .

Dari Jakarta ke hotel Le Dian di Serang ini cukup ditempuh selama 1 jam dengan menggunakan mobil. Le Dian hotel ini merupakan salah satu pilihan alternative lain yang menarik untuk berlibur bersama keluarga, apalagi harga di Week End lebih murah dibandingkan dengan Week Day, karena kategori hotel ini terbilang kategori hotel bisnis namun suasana yang diberikan suasana resort. Boleh dicoba deh, pasti tidak akan kecewa.


Kebetulan kami (aku, tya, rofi dan ferry) mendapat kamar di lantai 2 dengan pemandangan langsung ke kolam renang. Wah begitu pintu kamar yang mempunyai balkon sendiri ini dibuka, dari atas terlihat riakan air di kolam renang seakan mengajak kami untuk segera nyemplung byuuur ke air... namun... sangat disayangkan, kami masih harus melakukan tugas liputan di hari pertama ini.

Pukul 10:45 WIB, rombongan bertambah lagi 2 orang yaitu Bapak Bondan dari Panorama bersama Bapak Arif Kirdiat dari Optima Tours & Travel Serang, yang akan menemani kami selama berada di Banten.

SITUS BANTEN GIRANG


Tujuan pertama yang kami kunjungi adalah SITUS BANTEN GIRANG, disinilah awal Kerajaan Banten. Tidak sulit untuk mendapatkan tempat ini, karena terletak 150 m dari pinggir jalan raya, dan tidak jauh letaknya dari Hotel Le Dian. Dari jalan raya masuk kedalam, kita akan melewati jembatan gantung.... seru juga nih melewati jembatan gantung yang bergoyang-goyang.

Disini terdapat makam dari Mas Jong orang Banten pertama yang masuk Islam, dan yang menjembatani pengislaman di Kerajaan Banten Awal.

Disini juga terdapat beberapa temuan Artefak dari hasil penelitian Arkeologi Situs Banten Girang pada tahun 1991, diantaranya : Gerabah, Keramik (Keramik vietnam abad 17 - 18, Keramik Jepang abad 17 - 18, Keramik Ching abad 17 - 18 dsb), Logam serta manik2.

KERATON KAIBON

Pukul 12.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Banten Lama. Pertama kami mengunjungi KERATON KAIBON, yaitu istana tempat tinggal ibu kandung Sultan yang ke 4, Sultan Rafiuddin pada tahun 1813. Tempat ini adalah bentuk penghargaan Sultan kepada Ibu Kandung nya yang tercinta, agar tidak terjadi perpecahan dalam keluarga.
Luas area keraton ini dahulunya seluas 2 ha, namun sayang kini hanya tinggal sekitar 500 m2 saja. Keraton ini dibangun dengan menggunakan campuran batu bata dan kerang. Bisa dibayangkan betapa megahnya Keraton Kaibon ini pada zamannya.

Te
mpat mandi orang-orang di Keraton ini dulunya adalah sungai yang berada dibelakang Keraton dibawah sebuah pohon beringin yang sangat besar, kini sungai tersebut menjadi tempat mandi dan bermain-main anak-anak penduduk setempat.

Pukul 13.00 kami meninggalkan Keraton Kaibon menuju Banten Lama, dan rencana yang pertama kali akan kami kunjungi adalah Museum. Begitu keluar dari Keraton Kaibon ini, mobil tiba-tiba berhenti. Wah ada apakah ? Ternyata di depan mobil kami banyak segerombolan kambing yang sedang berjalan sehingga menghambat perjalanan kami. Kalau di Jakarta macet gara-gara si Komo lewat, tapi di Keraton Kaibon macet gara-gara si Kambing yang lewat. Hehehehe ahirnya kami menunggu hingga segerombolan kambing-kambing tersebut berlalu.


MUSEUM
Untuk mencapai Museum kami melewati KERATON SUROSOWAN dimana di Surosowan ini pernah ditemukan berbagai keramik dari hasil penggalian, dan temuan tersebut di simpan di Museum ini. Selain berbagai keramik masih banyak lagi benda2 lain yang disimpan di Museum ini, diantaranya MERIAM KI AMUK , MESIN CETAK UANG DERIDAB.

MENARA DAN MESJID BANTEN
Pukul 14.15, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju MESJID BANTEN yang letaknya tidak jauh dari lokasi Museum. Diarea mesjid Banten ini terdapat sebuah menara, yang dahulu kala digunakan untuk tempat azan dan juga untuk mengintai. Kami semua naik ke atas menara, yang mana harus melewati pintu masuknya yang berukuran pas 1 badan.

Alangkah kagetnya aku karena begitu naik melewati pintu masuk, langsung harus melangkah menaiki lorong tangga yang berputar putar dengan ukuran ruang yang sangat sempit. Bagaimana jika ada orang yang mau turun dari atas nih pikirku ?

Wah... sempat panik juga tadinya... aku teriak-teriak dari bawah karena tertinggal dengan teman-teman yang sudah naik lebih dahulu. Mau turun kok rasanya aneh, karena ruangannya itu lho yang sempit, ahirnya aku terus naik naik dan naik. Upsss ahirnya sampai juga aku keatas, meski kepala agak pusing sedikit.

Begitu tiba diatas, wahh.... indah sekali pemandangan yang dapat kita nikmati dari atas menara ini. 
Aku berputar mengelilingi bagian luar menara sambil melihat pemandangan yang sungguh sangat menyenangkan. Terlihat di kejauhan Gunung Karang yang berada di dekat kota Pandeglang, laut, dan pemandangan2 indah lainnya sambil ditiup sepoi2 angin di siang hari. Rasa lelah dan keterkejutan pada awal mula ketika harus menaiki 88 anak tangga, dengan tinggi menara 35 meter ini hilang seketika. Tentu saja, aku tidak melewatkan momen yang indah ini dengan berfoto ria.  Hehehe Teuteub ……


Begitu kita melihat kebawah tampak mesjid Banten yang megah, dengan banyak anak-anak berkumpul dan berenang di depan mesjid tersebut. Dulu,,,, tempat yang sekarang dipakai anak-anak untuk berenang itu adalah tempat untuk ambil air wudhu... namun karena hujan, tempat itu terisi air hujan, sehingga sekarang menjadi tempat anak-anak bersenda gurau sambil lompat-lompat dan berenang di kolam yang memang cukup besar itu. 


Dimulai dari pintu masuk menara, sudah ada orang yang duduk disitu dengan kotak warna hijau minta uang kepada setiap orang yang naik keatas menara. Mereka bertugas untuk memberitahu kepada temannya agar tidak terjadi papasan di lorong tangga yang sempit itu. Namun setiap kali kita bertemu dengan orang yang jaga di beberapa titik tersebut, mereka mengharapkan kita memberikan uang walaupun kita sudah memberinya saat awal di pintu masuk..
Trik meminta nya sih halus, yaitu setiap kali kita bertemu, mereka akan memanggil manggil dengan : ssstt ssst atau ehem, atau pura2 batuk, seakan ingin mengingatkan kita akan keberadaan mereka tersebut. Sambil menuruni tangga, aku tersenyum dalam hati mengingat berbagai ulah yang mereka lakukan tersebut. Boleh juga sih trik nya itu… 


Disekeliling mesjid Banten ini, terdapat banyak tenda-tenda tempat orang menjajakan barang dagangannya. Ada yang berjualan berbagai macam dodol, salak , sawo, dan juga kerajinan tangan.

Setelah dari Mesjid Banten, kami menuju benteng SPEELWIJK, melewati pelabuhan Karangantu, . Tampak perahu2 kayu di sungai kecil ini, dan tentunya dulu di pelabuhan ini banyak orang datang dan pergi dari berbagai Negara.

BENTENG SPEELWIJK
Ahirnya dari kejauhan tampaklah sebuah Vihara yang megah dengan warna merahnya. Persis didepan Vihara tersebutlah benteng Speelwijk berada.

Wah ketika kaki menginjak rumput disekitar benteng tersebut, tidak ada lagi bangunan-bangunan yang mengingatkan kita kepada sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda di tahun 1585 tersebut. Semua sudah hancur dan yang tinggal hanya pondasi. Dulunya di benteng ini terdapat Gereja. Kamar senjata, rumah komandan juga bangunan bawah tanah. Bangunan yang masih utuh meski agak parah sih, adalah ruang pengintai. Sekarang yang ada hanyalah lapangan yang besar tempat anak-anak kecil bermain.

RM. SOP IKAN TAMAN TAKTAKAN

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 saat kami meninggalkan area Vihara dan Benteng Speelwijk tersebut. Perut sudah berbunyi pertanda minta untuk diperhatikan juga. Ahirnya kami menuju RM SOP IKAN TAMAN TAKTAKAN (dekat pintu tol Serang Barat) yang memang terkenal di Serang dengan menu SOP IKAN nya.

Begitu suapan pertama masuk ke mulut….hmmm benar-benar enak dan nikmat sop ikan ini. 
Rasa asam nya terasa, pedasnya pun terasa, yang pasti segar sekali, karena ikan nya pun memang ikan yang segar dengan potongan daun kemangi yang membuat citarasa sop tersebut semakin hhhhhhmmmmmmm . Betul-betul bukan omongan kosong belaka, jika Rumah Makan ini terkenal dengan Sop Ikannya. Coba deh, jika mampir di Serang, jangan lupa coba sop ikan di restoran ini.

Pukul 16.00 kami meninggalkan restoran tersebut dengan kepuasan tersendiri untuk melanjutkan perjalanan menuju Batu Kuwung dan Mercu Suar. Namun…. Ketika melalui Krakatau Steel, perjalanan mulai tersendat sendat macet dan ahirnya terhenti. 
Ada apakah gerangan di depan sana ? Melihat kondisi jalan yang seperti itu, apakah mungkin kita akan tiba di tempat tujuan berikutnya tepat waktu ?
Pasti tidak mungkin. Karena antrian mobil begitu panjang yang ada di depan, dan ternyata sedang ada perbaikan jalan menuju ke Anyer. Dengan kesepakatan bersama, ahirnya kami putuskan tidak melanjutkan perjalanan kesana, dan kembali lagi ke hotel.

Kunjungan untuk ke Batu Kuwung (tempat pemandian air panas) diundur keesokan harinya, sebelum berangkat ke desa Baduy Luar.

KEMBALI KE HOTEL LE DIAN SERANG
Perjalanan kembali ke hotel semua pada tertidur, capek kali yaaaa…

Setibanya di Hotel Le Dian, ternyata temanku dari PHRI Serang, Ratna Ambarwati sudah menunggu di Lobby Hotel. Selanjutnya pasti tau lah…. Ber haha hihi….ngobrol dari A sampai Z dengan Ratna Ambarwati, apalagi dia itu orangnya rame banget…


CATATAN :
Bpk Arif Kirdiat (Direktur Optima Tour & Travel - Serang ) makasih banyak nih sudah menemani seharian penuh dan banyak memberikan informasi-informasi yang kita butuhkan mengenai tempat-tempat yang kita kunjungi hari ini, cuma belum pas nih karena di mobil dalam perjalanan cuma ketawa-ketiwi aja waktu mendengar banyak yang nyanyi-nyanyi disepanjang jalan. Harusnya ikut sumbangkan suaranya juga dong pak.. .


Bpk Bondan (dari Panorama Tour – Jakarta ) makasih banyak Pak, Sop Ikannya oke banget deh pak, juga tempat dimana kita menginap di Le Dian Hotel di Serang ini …. Wah…. Ga menyangka deh asyik banget. Ga menyangka nya ini sama seperti saat mau naik ke Menara di Mesjid Banten itu,,, tapi kejutan nya berbeda , waktu di menara syok banget karena harus naik di lorong yang pas pas an , tapi di hotel waooooooow ga menyangka kalau fasilitasnya menarik hehehehehe


Kita sambung lagi nih ceritanya dengan perjalanan ke desa Baduy Luar di hari Minggu tanggal 24 Februari 2008 keesokan harinya.


(foto-foto dapat dilihat di bagian foto yaaa dengan judul yang sama)


Blog EntryMar 8, '08 8:21 PM
for everyone

BADUY LUAR
24 Februari 2008

CIBOLEGER adalah desa terakhir yang dapat dilalui kendaraan menuju Baduy Luar. Tepat jam 12.00 kami tiba di desa ini, lalu menikmati makan siang sebelum masuk ke Baduy Luar. Jam 12.45 kami pun berangkat ditemani oleh salah satu orang Baduy Dalam yaitu Bapak Idong. Untuk membedakan antara Baduy Dalam dan Luar adalah dari cara berpakaian nya. Jika hitam tentunya dari Baduy Luar, namun jika baju dan ikat kepalanya putih, itu pastilah Baduy Dalam.

  • Sebelum memasuki perkampungan pertama, kami bertemu dengan JARO (Pelaksana Adat) untuk melapor bahwa kami akan memasuki area, dan JARO yang bernama Daina tersebut akan menerangkan segala sesuatunya mengenai BADUY LUAR dan DALAM.

Desa pertama yang kami lalui adalah KADUKETUK. Umumnya penduduk yang ada di Baduy ini melakukan aktivitas dengan Bertenun, membuat kerajinan2 tangan, beternak, berkebun. Disini sama sekali tidak ada lampu, alat-alat modern, tidak ada sekolah, tidak ada dokter. Mereka lebih suka jika sakit mengunjungi dukun. Namun kadang-kadang dalam 1 bulan 1 x ada juga dokter yang berkeliling mendatangi rumah-rumah penduduk.

 

Tujuan kami di desa Baduy Luar ini adalah Jembatan GAJEBOH. Katanya, kalau kita pergi ke Baduy Luar namun belum mencapai jembatan Gajeboh ini, katanya kita belum boleh dikatakan pernah mengunjungi Baduy Luar. Kenapa ? karena kami harus melalui medan yang cukup berat.

  • Untuk mencapai jembatan gajeboh ini, kita harus melewati beberapa perkampungan yaitu :
  • Perkampungan Kaduketuk yang pertama, Cipondok, Cigoel, Balimbing, Marengok barulah kita sampai di perkampungan Gajeboh. Penduduk yang ada di Kampung Gajeboh ini terdapat 290 jiwa.

Untuk mencapai Jembatan Gajeboh, kita harus melewati medan yang cukup sulit, apalagi ketika baru keluar dari perkampungan, tiba-tiba hujan turun. Sempat panik juga tadinya, apalagi aku sama sekali tidak membawa payung atau perlengkapan hujan lainnya. Hanya 2 orang saja yang membawa payung, yaitu Tya dan Ferry. Ahirnya kami mencari daun pisang sebagai pengganti payung. Unik juga menggunakan daun pisang ini, sambil membayangkan “beginilah orang-orang di Baduy ini, jika hujan mereka tinggal memetik daun pisang berteduh dari hujan”. Ada kesan tersendiri yang aku rasakan saat hujan memakai daun pisang.

Untungnya sebelum hujan turun aku minta kepada Pak Idong (orang Baduy Dalam) untuk membuatkan tongkat yang terbuat dari ranting kayu. Ternyata tongkat  tersebut banyak sekali membantu dalam perjalanan menuju desa Gajeboh. Jalan menuju kesana, saat turun sangat curam dan juga licin sekali.

Sebelumnya aku tidak menyangka sama sekali bahwa harus melewati medan yang cukup berat ini. Mau balik kok harus sendirian dan mau ngapain sendirian diluar sana, ahirnya aku putuskan dengan tekad “MAJU TERUS”.

Kami 8 orang berjalan bersama yaitu Aku, Tya, Rofi, Ferry, Mr Black, Pak Arief, Pak Bondan, Pak Heru. Ada kisah lucu yang dialami yaitu saat baru keluar kampung dan ketika aku minta dibuatkan tongkat kepada Pak Idong, otomatis kami semua berhenti sambil melihat-lihat pemandangan sekitar yang indah, dimana di kiri kanan jalan banyak terdapat pohon duren. Terlihat di salah satu pohon, ada orang sedang memetik buah duren. Tiba-tiba kok terdengar suara “ Gedebuk “ kupikir suara apakah itu ? apakah ada duren yang jatuh dari atas pohon ? Karena posisi kami saat itu sedang diam, tidak berjalan.

Ketika aku menoleh kebelakang, ternyata, astaga….. bukan duren yang jatuh, melainkan kawan kita si Mr Black itulah yang jatuh. Aduhhhh kenapa sih kok bisa jatuh pak…. Aku kirain Duren yang jatuh dari atas pohon….. (tapi menurut Mr Black sendiri sih.... saat itu beliau sedang meragukan diriku, apakah bisa sampai ketempat tujuan ? )

  • Jam 13.15 setelah ½ jam perjalanan tiba-tiba hujan turun… dan perjalanan mulai dengan tanjakan-tanjakan membuat nafas kami terengah-engah, dan muka merah seperti udang rebus, aku terus berjalan.

Kututup muka ku dengan daun pisang, namun tas yang kubawa basah juga. Ah tidak apalah asal jangan barang-barang yang ada dalam tas ini ikut basah semua.

Saat hujan turun yang memang tidak begitu deras namun membuat kita basah juga, dalam hati aku merenung : “Mungkin cara seperti inilah yaitu melalui turunnya hujan, penduduk dan alam di Baduy Luar menyambut kedatangan rombongan kami di sana”. Yang mereka punya hanyalah Alam yang indah ini. Jadi aku menyambut turunnya hujan dengan penuh rasa suka cita, mensyukuri bahwa aku diterima oleh alam dan penduduknya, dan aku harus bersahabat dengan alam.

Dengan berfikiran seperti itu, aku berjalan dengan suka cita, dan juga langkah menjadi ringan, mendaki dan menuruni bukit yang licin hingga ahirnya sampai di kali yang airnya sungguh sangat bersih sekali. Kami harus menyebrangi kali tersebut , untung banyak bebatuan yang besar yang tidak terendam dengan air, sehingga aku berhasil melewati kali tersebut tanpa harus membuat kaki ini menjadi basah. Hati ini sebenarnya ingin bermain sambil merendam kaki sebentar di kali tersebut, namun aku berfikir perjalanan ini masih panjang. Apabila kaki kuceburkan dalam kali tersebut, otomatis sepatu ku akan basah semua, pastinya akan menghambat perjalanan ku untuk mendaki dan menuruni bukit yang memang sudah licin tersebut.

  • Jadi aku putuskan untuk tidak menceburkan kaki yang akan membuat kaki serta sepatuku basah. Perlahan, aku cari batu yang besar, hups aku lompat dari satu batu ke batu yang lain, dan berhasil tiba di seberang tanpa harus basah , kaki dan sepatuku ini.

Perjalanan mulai menanjak kembali, dan setelah beberapa kali naiiiiiik , turuuuun dan naiiiiik lagi,,,, turuuuuun lagi…… naik lagi, turun lagi…. Sampai juga kami di desa Gajeboh dengan jembatan gantungnya yang terkenal itu. Senang sekali hatiku, meski badan dan rambut ku semua sudah basah, karena ternyata berakhir juga perjalanan ini setelah 1,5 jam berjalan kaki.

  • Apalagi yang kami lakukan disitu, jika tidak segera berfoto ria sambil menikmati indahnya alam yang luar biasa ini. Jembatan dengan panjangnya 37 meter ini dibawahnya mengalir air sungai Ciujung. Uniknya Jembatan ini dibuat hanya dengan membuat simpul-simpul di masing2 bambu, tanpa menggunakan paku atau yang lainnya. Dan setiap 1 tahun sekali, jembatan ini akan dikontrol, diperiksa lagi oleh orang dari departemen perhubungan agar jembatan ini tetap layak untuk dipergunakan, karena jembatan ini menjembatani desa Baduy Luar dengan Desa Baduy Dalam.

Namun dari jembatan Gajeboh ini menuju ke Baduy Dalam masih jauh sekali, perjalanan yang telah kita jalani ini baru seperempat perjalanan untuk menuju Baduy Dalam. Wah…. Baru ¼ perjalanan saja sudah seperti begini,,,, jadi untuk ke Baduy Dalam masih harus ¾ perjalanan lagi yang seperti begini ?? Ah berat sekali ya……untung perjalanan kali ini hanya sampai jembatan Gajeboh ini…..

Sambil menunggu Rofi dan Tya yang bertugas untuk meliput tempat tersebut, tentu saja aku dan teman yang lain langsung berfoto-foto ria. Setelah itu, kita istirahat sejenak di salah satu rumah penduduk sambil melihat-lihat kerajinan tangan yang dibawa Pak Idong dan dari penduduk yang lain sambil menikmati manis dan nikmatnya Teh Manis yang disuguhkan oleh Tuan rumah. Hmmmm nikmat sekali menghirup teh manis ditengah gerimis yang tidak berhenti-henti sejak tadi. Perjalanan belum selesai karena kami harus kembali lagi melewati jalan dengan medan yang sama untuk kembali ke Desa Ciboleger, tempat mobil kami menunggu disana.

Setelah puas beristirahat sambil berbincang-bincang di Desa Gajeboh, kami melanjutkan perjalanan pulang, karena kami harus kembali lagi menempuh perjalanan minimum 1,5 jam. Ternyata kali ini perjalanan lebih berat dari waktu kami datang. Karena kali ini kita harus menanjak mendaki bukit yang panjaaaaaaang dan tinggi sekali. Waktu datang, lebih enak, karena hanya menuruni bukit. Ketika kumelihat keatas….. wah…. Tinggi benar jalan yang harus kudaki dan panjang….. Sempat tergetar juga hati ini, apakah aku mampu untuk melewati jalan tersebut ? Nafas sudah terengah-engah kembali. Namun kalau aku tidak mampu, pastinya aku akan tertinggal sendirian di sini…. Iihh lebih takut lagi aku, ditengah hutan yang pastinya gelap di malam hari dan sendirian pula kalau ketinggalan.

Tidak pikirku, aku tidak mau tinggal sendirian disini, aku pasti bisa melewati medan ini, dan harus bisa, pikirku. Ku motivasi diriku sendiri, dan aku putuskan untuk TIDAK LAGI MELIHAT jalan yang ada di depan ku tersebut. Karena kalau aku melihat jalan tersebut yang mendaki tinggiiiiiii keatas, aku akan drop, dan langsung mental ku surut dan kurasakan capeeeek sekali.

Setelah kumotivasi diriku sendiri, bahwa aku BISA…. Aku berdoa dalam hati… dan aku lanjutkan perjalanan ini dengan semangat baru, bahwa aku bisa. Aku harus punya strategi untuk melewati semua ini. Yaitu sambil berjalan, pandangan mataku hanya tertumpu disekitar kaki, tidak menoleh kiri dan kanan (karena jalanan mendaki). Juga aku tidak melangkah dengan langkah kaki yang besar waktu mendaki dari satu batu ke batu lainnya, melainkan aku berputar kiri dan kanan, menghindar dari langkah-langkah kaki yang besar, karena hal ini akan banyak menyita tenaga apabila kulakukan dengan langkah yang besar, dan energi ku akan cepat habis, dan nafas pasti akan lebih tersengal-sengal.

Langkah kaki pun kuatur dengan ritme yang tetap…. Sehingga detak jantung pun stabil. Dengan demikian, aku berjalan dengan cepat, dan menyusul satu persatu teman2 ku yang ada di depanku. Jika aku tidak menyusul mereka, langkah2 kaki aku akan menjadi kacau, nafas menjadi berat dan rasa capek langsung terasa, karena ritme nya jadi berubah, berbeda dengan ritme mereka. Langsung saat itu juga aku putuskan aku harus lewati mereka kalau aku mau berhasil kembali.

Dengan melakukan trick seperti itu, berjalan dengan langkah2 kecil, namun ritme nya tetap, membuat aku menjadi paling depan, ketika kutengok kebelakang, lho dimana mereka ? Apakah aku harus menunggu ? Aku berhenti sebentar, tapi mereka belum juga kelihatan, dan ketika semangat ku turun kembali, karena membayangkan perjalanan di depan masih panjang, aku putuskan kembali untuk melanjutkan perjalanan yang ditemani dengan Pak Idong, plus tongkat ku yang setia menemaniku. Ternyata tongkat ini pun banyak sekali manfaat nya, karena badanku bisa bertahan pada tongkat ini, saat harus melewati jalanan menurun dan mendaki yang sangat licin itu. Juga saat aku harus melangkah mencari batu2 yang tidak terendam air di sungai, karena aku tidak ingin kaki dan sepatu ku basah. Jika basah, wah akan terasa berat sekali langkah ku nanti, karena banyak air di sepatuku. Hal ini sebisa mungkin aku hindari.

Setelah tiba di pertigaan jalan, dimanan ada jalan ke kiri, yang akan melewati kampong namun perjalanan lebih lama atau lewat jalan kanan, lebih pendek tapi medan nya masih sulit juga. Disitu aku katakan pada Pak Idong, lebih baik kita tunggu mereka, agar ada kesepakatan, jalan mana yang akan kita tempuh. Cukup lama juga aku menunggu, sekalian aku istirahat ambil nafas, karena Pak Idong katakan, dari sini perjalanan sudah tidak jauh lagi. Wah senang juga hatiku. Kulihat disekelilingku, ternyata Alam ini sungguh indah. Dan jika kita mau bersahabat dengan Alam, alam juga akan menerima kita dengan sukacita pula. Hal ini kurasakan benar saat disini, alam menerima kedatangan ku…. Meski hujan, jalanan licin, harus mendaki yang cukup tinggi dan menuruni bukit yang cukup licin, aku dimudahkan dalam segalanya. Thanks God.

Setelah beberapa saat, teman-teman ku yang lain mulai bermunculan, Tya, Ferry, Pak Bondan dan Mr. Black. Namun aku tidak melihat Rofi dan Pak Arief. (Pak Arief memang ingin berjalan paling belakang untuk melihat jika ada diantara kami yang ketinggalan, hmmmm thanks ya pak ) Setelah sepakat, kita melewati jalan sebelah kanan yang lebih singkat meski harus juga menuruni jalan yang sangat licin. Kami berpapasan dengan orang-orang Baduy yang berjalan dengan sangat lincah baik perempuan maupun laki-laki, tanpa terlihat ada perasaan lelah sedikitpun di wajahnya. Oh ya…. Wanita-wanita di Baduy ini, putih2 dan cantik2. Meskipun mereka mandi di sungai, namun kulit mereka tetap mulus-mulus.

Tidak berapa lama kemudian kami sampai di salah satu rumah di perkampungan Keduketuk, dan menunggu Rofi serta Pak Arief sambil menikmati durian. Namun setelah durian habis, mereka berdua kok belum muncul2 juga. Ada apakah gerangan di dalam sana ?

Setelah lama menunggu, ahirnya kami minta kepada Pak Idong, untuk masuk kembali, kuatir terjadi sesuatu dengan mereka. Sambil berbincang-bincang dengan yang punya rumah (masih muda bapaknya, dan mukanya juga seperti Sultan Jorghi) tiba-tiba muncul lah Rofi yang digandeng dengan Pak Arief dan Pak Idong. Rupanya saat mendaki di dalam sana, Rofi terjatuh…..

Gedebukkkk pastinya…. Karena jalan licin, untuk bangkit kembali pun susah, ahirnya dibantu oleh Pak Arief dan salah satu penduduk yang kebetulan lewat disitu. Sambil mengangkat Rofi, penduduk itu bilang kepada Rofi, agar sepatunya dibuka saja. Namun kendala yang terjadi, tanpa alas sepatu dia harus lebih hati-hati menuruni jalanan yang sangat licin. Tidak seperti orang Baduy yang memang sudah terbiasa tanpa alas kaki.

Ahirnya hampir jam 17.00 kami tiba di parkiran mobil kembali, dan aku langsung beli kaos dengan tulisan Baduy yang dijual disana untuk mengganti kaosku yang sudah basah kuyup.

Wah perjalanan yang sangat menyenangkan, dan aku mendapat kepuasan batin tersendiri, bahwa ternyata “Aku Sanggup” (padahal aku baru saja menjalani operasi di bulan September tahun lalu, tapi aku bisa juga melakukan perjalanan yang seperti ini. Modalnya hanya 1, YAKIN dan PERCAYA)

  • Tapi aku sarankan kalau mau kesini, persiapkan keperluan-keperluan yang harus dibawa, jangan lupa bawa Payung, dan juga Baju Ganti serta Plastik untuk menaruh HP dan barang2 lain didalam tas supaya tidak rusak. Air minum jgn lupa. Jadi tidak seperti aku, yang tidak mempunyai gambaran sedikitpun, baru sadar setelah melakukan perjalanan. Tadinya aku hanya berpikir, akan berjalan kaki sekitar 1,5 jam namun jalan nya rata melewati perkampungan2, Cuma seperti itu, ternyata semua berbeda.

Juga aku renungkan, penduduk di Baduy tanpa listrik setiap hari mereka biasa biasa saja, lha aku, mati lampu 1 jam aja udah ribut…. Baru dengar berita “ akan ada giliran pemadaman listrik “ wah rasanya udah ga karuan….. hehehehe

Yah… memang segala sesuatu itu “bisa karena biasa” banyak manfaat yang aku dapatkan saat melakukan perjalanan ini, dan yang terpenting “ apabila kita yakin dan percaya bahwa kita mampu/sanggup melakukan itu, kita mampu, dan ini terbukti.” Tak ada yang mustahil jika Tuhan berkenan. Thanks God.







 


Blog EntryMar 8, '08 8:07 PM
for everyone
Hari kedua dalam perjalanan di kota Banten, Minggu, 24 Februari 2008, aku terbangun jam 05.30. Cuaca sudah mulai gerimis. Perjalanan hari ini dengan tujuan utama yaitu mengunjungi BADUY Luar namun kita akan mampir sebentar di BATU KUWUNG, tempat pemandian air panas.

Setelah mempersiapkan segala sesuatu keperluan, kami (aku, tya, rofi, ferry, dan pak Bondan) berangkat tepat jam 08.00 WIB menuju Batu Kuwung dan tetap ditemani Bapak Arief Kirdiat. Sepanjang perjalanan ke Batu Kuwung di daerah Ciomas, udara mendung tidak ada matahari.
Tepat pukul 08.30 WIB, tibalah kami di Batu Kuwung di kaki Gunung Karang yang dibuka di era tahun 70 an. Dulunya disini terdapat banyak vila-vila namun sekarang semuanya itu sudah tidak ada lagi. Sayang sekali, terlihat Batu Kuwung ini kurang terawat.

Luas tanah nya 7,8 ha, dan mempunyai 2 kolam renang air dingin yang cukup besar, dan 1 kolam rendam air panas, sekitar 52 derajat, kita dapat berendam, atau hanya sekedar duduk-duduk sambil rendam kaki kita dikolam ini. Air panas di batu kuwung ini mengandung belerang, dan konon dapat menyembukan berbagai macam penyakit.
Ada satu kolam yang dicat dengan berwarna kuning, nah di kolam ini, kita dapat melihat uap panas yang keluar karena air yang ada dikolam ini mempunyai suhu 98 derajat, sayang aku tidak bawa telor, kalau tidak ingin juga membuat telor dengan menggunakan air yang ada dikolam ini, jadi nantinya menjadi telor rebus belerang kan ?

Batu Kuwung sendiri yang berarti Batu melengkung dulunya sangat ramai dikunjungi orang. Cukup membayar Rp 3.000,- untuk dewasa dan Rp 2.000,- untuk anak-anak semua pengunjung dapat menikmati fasilitas yang tersedia disini, termasuk berendam/mandi kamar-kamar khusus yang sudah disediakan.

Sayang sekali, potensi yang sangat menarik di Batu Kuwung ini, sekarang tidak terawat dengan baik.

Sambil menunggu teman-teman lain yang sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri, ada yang foto-foto ada yang wawancara dengan pengurus batu kuwung ini, aku menyempatkan diri untuk mencoba masuk ke kolam rendam yang mempunyai suhu 52 derajat C itu. Begitu masuk dalam kolam, ahh terasa enak sekali merendamkan kaki di kola mini dan kaki rasanya seperti di pijit-pijit saja bagaikan sedang refleksi. Enak sekali, sungguh. Aku sarankan kepada temanku tya untuk ikut juga mencoba rendam kaki di kolam ini, karena perjalanan yang akan kita tempuh nanti di desa Baduy cukup berat dan melelahkan, jadi sebaiknya kita rendam dulu kaki kita disini agar kuat saat melakukan perjalanan nanti. Namun Tya tidak mau, ribet katanya, karena harus buka sepatu dulu dan juga cuaca saat itu memang tidak mendukung, karena gerimis. Air yang terdapat di kola mini, setiap sore dibuang, dan pagi hari nya akan di isi lagi dengan air yang baru yang dialirkan dari mata air yang memang banyak terdapat di sekitar lokasi Batu Kuwung ini.

Setelah segala sesuatunya selesai di Batu Kuwung, tepat pukul 09.15 WIB kami meninggalkan Batu Kuwung untuk melanjutkan perjalanan ke Ciboleger melalui Pandeglang. Ciboleger ini adalah desa terakhir yang dapat ditempuh dengan kendaraan sebelum menuju Desa Baduy Luar.

foto-foto dapat dilihat di tempat foto dengan judul yang sama
thanks,
franny





Blog EntryMar 5, '08 3:38 AM
for everyone

 

Kuis Sifat Asli 
 
Mau tau sifat asli kita? Cobain deh kuis yang satu ini. Kuisnya agak sedikit butuh kerajinan, ambil bolpen catet
 nama binatangnya dan no.urut untuk hasil terakhir. Kayaknya hasilnya nggak jauh banget dech  dari sifat kita… Selamat mencoba ...


1. Bentar lagi mau kiamat nih. Kalo kamu bisa nyelametin satu jenis 

    binatang, binatang manakah yang beruntung?
a. Kelinci

b. Domba

c. Rusa

d. Kuda


2. Kamu lagi maen ke Afrika, eh trus dipaksa bawa binatang pulang buat

    souvenir. Kamu akan pilih?
a. Monyet

b. Singa

c. Ular

d. Jerapah


3. Ceritanya kamu dikutuk sama Tuhan jadi binatang. Kamu milih Jadi 

    apa?
a. Anjing

b. Kucing

c. Kuda

d. Ular


4. Jika kamu diberi kekuatan untuk memusnahkan suatu spesies, 

    spesies mana yang akan jadi korban?
a. Singa

b. Ular

c. Buaya

d. Hiu


5. Suatu hari, kamu nemu binatang yang bisa bicara. Kamu berharap

    binatang itu adalah?
a. Domba

b. Kuda

c. Kelinci

d. Burung


6. Kalo kamu ada di pulau terpencil dan cuman bisa punya 1 teman, pilih

    yg mana?
a. Manusia juga

b. Babi

c. Sapi

d. Burung


7. Andaikan kamu bisa bikin binatang buas jadi jinak, kamu akan

    pelihara?
a. Dinosaurus
b. Harimau putih

c. Beruang kutub

d. Leopard


8.
Kalo kamu bisa jadi binatang selama 5 menit, mau jadi yang mana?
a. Singa

b. Kucing

c. Kuda

d. Merpati

 

 

 

 

 


JAWABANNYA :

1. Pada dasarnya kamu tertarik dengan orang yang…

a. KELINCI - orang yang susah ditebak, contoh: keliatannya cuek banget

    padahal aslinya super perhatian
b. DOMBA - patuh..dan ramah...
(bulunya putih ya?? hehehheh)
c. RUSA - elegan dan sopan
d. KUDA - mereka yang tidak terkekang dan bebas


2. Dalam masa pendekatan, cara pendekatan yang paling bisa bikin

    Kamu jatuh hati…
a. MONYET - kreatif, ngga pernah bikin ! kamu bosen

b. SINGA - to the point, langsung nyatain tanpa spik yang bebelit
c. ULAR - ulur... tarik... ulur lagi... tarik lagi..., layangaaaan kali
d. JERAPAH - sabar... tapi never give up.


3. Kesan yang pengen kamu kasih liat ke pacar kamu, bahwa kamu

    adalah  orang yang…
a. ANJING - setia dan bisa dipercaya

b. KUCING - gaya

c. KUDA - optimis

d. ULAR - fleksibel


4. Situasi yang paling kamu benci, yang bisa jadi masalah dalam

    hubungan kamu…
a. SINGA - kesombongan pacar kamu dan sikapnya yang sok diktator

b. ULAR - emosional, moodmood-an, sehingga kamu ngga tau lagi musti

    gimana buat nyenengin dia
c. BUAYA - sadis (jangan diartikan secara fisik yah), berhati  dingin, trus

    suka ngejek
d. HIU - insecure (apa yah bahasa indonya yang pas, ketidakamanan?

     ketidakstabilan? ketidakpastian?)


5. Hubungan yang pengen kamu jalanin dengan pacar kamu…

a. DOMBA - walaupun ngga ngomong tapi kalian saling tau isi hati

    masing2, dengan kata lain kalian tuh  communicate by hearts
b. KUDA -  saling terbuka, kebebasan mengungkapkan pendapat, ngga

    ada rahasia-rahasiaan
c. KELINCI - hubungan yang bisa bikin kamu selalu merasa nyaman dan

    saling mencintai
d. BURUNG - hubungan jangka panjang


6. Tentang perzinahan…

a. MANUSIA - kamu perduli dengan lingkungan dan moral, jadi kamu

    nggak akan macem-macem kalo nanti udah nikah    (amieenn).
b. BABI - walaaahhh!! Kamu nggak bisa nahan godaan nih...

c. SAPI - sebisa mungkin sih kamu berusaha untuk tidak melakukannya

d. BURUNG - tidak stabil. Sebenernya kamu bukan orang yang cocok

     menikah dan membuat sebuah komitmen.


7. Pernikahan buat kamu

a. DINOSAURUS - sedikit pesimis, kamu ngerasa sekarang ini udah ngga

    ada tuh yang namanya happy marriage.
b. HARIMAU PUTIH - buat kamu pernikahan adalah sesuatu yang

    berharga dan setelah kamu married kamu  bakalan  ngejaga banget
c. BERUANG KUTUB - kamu takut akan pernikahan
d. LEOPARD - kamu pengen banget nikah, tapi sebenernya kamu juga

    ngga yakin betul apa sih pernikahan itu?


8. Saat ini, kamu menganggap cinta adalah…

a. SINGA - kamu selalu haus akan cinta. Tapi bukan berarti mudah jatuh  

    cinta, tapi selalu ingin dicintai.
b. KUCING - kamu sedikit egois. Kamu melihat cinta sebagai sesuatu yang

    mudah didapat dan dibuang  kapanpun kamu mau.
c. KUDA - kamu engga mau dikekang oleh hubungan yang terlalu serius.

    Kamu masih pengen juga "gebet sana gebet sini"
d. MERPATI - cinta buat kamu adalah sebuah komitmen yang dilakukan

    oleh kedua pihak.
 
 


 


Dari Soekarno Hatta menuju kota Pangkalpinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat ditempuh selama 50 menit dengan menggunakan pesawat terbang. Dalam 1 hari tersedia 10 penerbangan  menuju bandara Dipati Amir, Pangkalpinang.

Pulau Bangka sendiri, selama ini dikenal dengan pulau penghasil timah. Namun ternyata Pulau Bangka memiliki sederetan pantai-pantai yang cantik dan mempunyai daya tarik tersendiri. Salah satu nya yaitu Pantai Parai Tenggiri yang paling populer 
dan terletak di Sungailiat, ibukota kabupaten yang berjarak 32 km sebelah utara dari kota Pangkalpinang. Nah disinilah PARAI POOL VILLAS RESORT & SPA berada.

Bukan itu saja, Parai Pool Villas Resort & Spa resort bintang 5  ini terletak di satu kawasan wisata terpadu Pantai Parai Tenggiri, yang juga mempunyai resort bintang 4 dengan nama PARAI BEACH RESORT & SPA serta fasilitas2 lengkap yang menarik yang terdapat di kawasan wisata terpadu Pantai Parai Tenggiri ini.


Selain fasilitas kolam renang, restoran, terdapat juga Water Sport yang terlengkap di provinsi Bangka Belitung. Kita dapat naik Glass Bottom Boat, melihat ikan-ikan, karang, tanpa harus menyelam, Banana Boat, Jet Ski, Parasailing melihat keindahan panorama pantai dari ketinggian 50 meter, Canoe, maupun Snorkeling, menyelam dengan peralatan lengkap melihat keindahan panorama bawah laut.


Setelah letih bermain di pantai, dapat melepaskan penat sambil relaksasi di Martha Tilaar Salon & Day Spa.


Malam hari dapat bermain biliard 9 feet sambil mendengarkan alunan irama musik
band ibukota setiap malam atau ingin berkaroke dapat berkaroke di Blue Star Karoke di  hall yang berkapasitas 50 orang dengan big screen berukuran 3 x 4 m atau berkaroke di ruang VIP yang dilengkapi dengan 
peralatan yang modern.

Ingin menikmati makan malam dengan suasana yang sangat romantis di sebuah pulau kecil yang ekslusif yang berjarak 200 meter dari lobby hotel, THE ROCK ISLAND GRILL & BAR menawarkan fasilitas dengan suguhan BBQ ikan laut yang segar serta menggugah selera. Coba deh nikmati menu khas yang ditawarkan yaitu Ikan tenggir bakar.... hmmmmm lezat....
dan saat bersantap pun hanya diterangi dengan cahaya lilin yang sungguh sangat romantis dengan pemandangan panorama laut lepas. 

Untuk menuju kesini pun kita akan ditemani dengan deburan ombak dimalam hari sambil melalui jalan yang di kiri kanannya di terangai dengan sinar lampu yang memang sungguh sangat membuat suasana menjadi sangat romantis. Penasaran kan ? Nah Coba deh menginap dan berlibur disini. 


Untuk pilihannya dapat menginap di resort bintang 4 PARAI BEACH RESORT & SPA atau di resort bintang 5 PARAI POOL VILLAS RESORT & SPA yang dibangun dengan konsep Total Privacy dan Mewah, dengan gaya bangunan arsitektur Melayu seluas 70 m2 dengan 1 kamar tidur dan kamar mandi yang luas dilengkapi dengan jacuzzi, TV 29 " dan Home Theatre serta dipadu dengan furniture yang terbuat dari kayu Jati.

Saat ini sudah ada 10 villa yang masing-masing villa mempunyai kolam renang sendiri dengan ukuran 5 x 6 meter. Kedepannya akan menjadi total 36 villa dengan 36 kolam renang, membuat resort bintang 5 ini menjadi resort dengan kolam renang terbanyak di Indonesia.


Bukan itu saja, pantai Parai tenggiri ini mempunyai pantai yang landai, dan berpasir putih. Dan keunikan lainnya yang hanya ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini adalah hamparan bebatuan granit dengan bentuk dan ukuran apa adanya, sungguh membuat pantai ini benar-benar berbeda dengan pantai-pantai lain.
 

Ayoooo kita ramai2 berlibur di Pulau Bangka.... oh ya.... jika ramai2 perginya jangan lupa untuk coba outbound nya disana,
kita bisa juga bermain Paintball  
.... ah pokoknya memang sungguh lengkap deh fasilitas yang disediakan di Kawasan Wisata Terpadu Pantai Tenggiri ini.

klik aja nih www.eljohn.co.id















Blog EntryFeb 18, '08 9:23 AM
for everyone
Tanggal 6 Februari aku dinas ke kota Palembang karena ada acara PHRI di Hotel Aston Palembang. Aku berdua dgn Mas Widi, pimpinan umum majalah Travel Club berangkat dgn Sriwijaya air penerbangan jam 11.45, sayangnya pesawat delayed.

Setelah tiba di kota Palembang, kami mampir dulu di kantor cabang EL JOHN di Palembang , setelah mempersiapkan segala sesuatunya, kita pergi ke hotel Quality, janji bertemu dengan Manager hotelnya disana. Setelah selesai kami berdua langsung ke PALEMBANG SQUARE di dekat Aston Hotel. Ada janji juga dengan mereka.

Setelah urusan selesai baru kami berdua ke hotel Horison, dimana kami dan teman2 dari TV (Tourism Network) yang datang dengan pesawat sore menginap di hotel ini.
Jam 19.00 aku, mas widi dan seorang teman dari Radio EL JOHN Palembang, makan malam disalah satu restoran di depan Palembang Indah Mall, Kami pesan Gulai Kambing.

Dari sore perasaan hati ini kok ga enak gitu. 
Ingin nya telephone ke Devina.... tapi tiap kali ditelphone ga diangkat-angkat. Ahirnya saat sedang makan di restoran... aku coba telpon lagi ke Devina.. Nah kali ini diangkat. Setelah berbincang-bincang sejenak, eh tiba2 Devina bilang gini : Mi.. doby hilang...   Kayaknya sih ga percaya waktu dia bilang gitu... Becanda kali nih...
Aku tanya lagi... dengan harapan devina becanda saja. Walau pun hati langsung berdegup DUG..... aku tanya lagi... ada apa Dev?? Doby hilang ... katanya.

Wah.... hati berdegup kencang.... air mata sudah mengambang .... antara percaya dan tidak dengernya. Tapi tiba2 telpon langsung di matikan oleh Devina.

Ah.... doby..... jadi teringat lagi... saat pagi hari kutinggal di rumah. Doby masih lincah lari sana lari sini.... dan ikut mengantar aku sampai di pintu pagar. Dia perhatikan aku saat aku sudah naik blue bird taxi menuju ke Bandara. Tidak ada perasaan sedikitpun bahwa itulah kali terakhir aku melihat Doby anjing kesayanganku.


Aku telpon lagi Devina,,, aku tanya apakah sudah dicari... tapi rupanya diapun dapat kabar dari papinya dan dia juga belum pulang kerumah. Ahirnya aku telpon papinya Devina dirumah untuk memastikan apakah Doby benar2 hilang.
Alamaaaak ternyata berita itu bukan berita bohong saja.... 
Doby memang benar2 hilang. Begitu kututup telpon.... langsung air mata ini mengalir jatuh bercucuran.    Aku menangis tersengguk sengguk di restoran didepan teman2ku Mas Widy dan Pak Zamhari. Mereka pun langsung diam tak berkata kata apapun hanya terkejut melihat aku menangis sesenggukan di restoran. 

Doby yang kubeli sejak dia berumur 2 bulan di Pet Shop Pluit Mall, kini setelah berumur 7 tahun kupelihara, tiba2 saja menghilang, hanya karena pintu pagar terbuka.
    
Hikz hikz hikz
doby yang pintar.... Doby selalu menemani ku setiap saat dirumah. Doby yang pintar main lompat2 an, 

doby yang suka Pai pai.... doby yang suka ganggu devina kalau sedang main piano. karena doby juga suka ikutan tekan2 tuts piano, doby yang suka pindahkan mouse kalau kita lagi komputer....Doby yang paling senang diajak jalan kalau jalan pagi.... Doby yang pintar meskipun sedang sakit selalu muntah di kamar mandi....doby yang selalu tarik2 tanganku untuk minta dibelai-belai kepalanya..... doby yang sayang dengan temannya Alvin..... doby yang kalau diajak dalam mobil selalu gonggong jika ada motor yang dekat2 dengan mobilku.... doby yang lucu...


Sampai saat ini, jika kuingat-ingat lagi keberadaan doby mengisi hidupku dan devina.... air mata jatuh menetes kembali.

Doby...... dimanakah kini dirimu berada..... doby yang nama aslinya sesuai dengan surat lahirnya adalah EDO VAN MASTER kini sudah tidak ada lagi.... semoga ada yang membawa doby kembali pulang kerumahku..... semoga .........